Peristiwa Istiwa A’zam, Ka.Kankemenag : Fasilitas yang Allah Berikan Mengukur Arah Kiblat Cara Mudah

Tanjung (Kemenag Tabalong) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankemenag) Tabalong, H Sahidul Bakhri menyatakan peristiwa Rashdul Kiblat atau Istiwa’azham merupakan fenomena yang Allah berikan kepada umat muslim untuk bisa mengukur kiblat dengan cara sederhana dan mudah.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melakukan Rashdul Kiblat dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung sehingga proses akurasi kiblat bisa dilakukan,” ucapnya, Senin (27/05/24) di halaman Kankemenag.

“Tentu saudara-saudara kita yang ada di Makkah bukanlah hal yang sulit menentukan arah kiblat kerena bisa melihat langsung Ka’bah. Namun kita yang Indonesia, berbagai ikhtiar harus kita lakukan sehingga kita yakin bahwa arah kiblat yang kita tuju sudah tepat,” tambahnya.

Menurutnya, pengukuran secara tepat bisa dilakukan dengan berbagai cara bahkan sampai menggunakan peralatan canggih seperti theodolite. “Ada banyak cara untuk mengukur arah kiblat dan Allah memberi fasilitas khusus melalui peristiwa alam yang disebut Istiwa ‘azham dimana posisi matahari pas di atas Ka’bah sehingga penentuan kiblat hanya dengan melihat arah bayangan,” tuturnya..

Ka.Kankemenag Tabalong sekaligus mengapresiasi partisipasi seluruh keluarga besar Kemenag Tabalong, di madrasah, di KUA kecamatan serta seluruh masyarakat Tabalong yang juga melakukan pengukuran ulang di masjid dan mushalla serta rumah masing-masing sehingga Kemenag RI mendapatkan Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas rekor “Pengukuran Arah Kiblat Secara Serentak di Lokasi Terbanyak”.

“Semoga dengan hikmah fenomena alam ini, kita sebagai umat muslim makin tebal keimanannya dan makin bertambah kekhusyu’an kita dalam menjalankan ibadah shalat,” pungkasnya (Rep:Sry/Ft:Amelia)