Kepala MTsN 10 Tabalong Pinta Bobot Soal Sesuai Tingkat Kesulitan dan Kemudahan

Tanjung (MTsN 10 Tabalong) –  Kepala Madarasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tabalong (HSU) Drs. H. Rahman Noor mengimbau agar bobot soal Asesmen Madrasah (AM) menyesuaikan dengan tingkat kesulitan dan kemudahan.

“Bobot soal AM masing-masing Mata Pelajaran (Mapel) harus disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan kemudahan karena akan berpengaruh terhadap hasil penilaian serta rata-rata nilai yang akan di capai siswa,” pintanya mengkoordinasikan pelaksanaan AM tahun pelajaran 2023/2024, Rabu (03/04/24) di Ruang Guru madrasah.

Menurutnya, guru Mapel harus mempertimbangkan jenis, bentuk dan jumlah soal, begitu juga ketika membuat soal bobot soal yang sulit dan mudah menunjukkan 100 persen. “Guru Mapel harus bisa mempertimbangkan dan menentukan bobot yang tepat setiap item soal yang di buat,” tukasnya.

Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Kurikulum/ Akademik MTsN 10 Tabalong Hj. Sugiarti, S.Pd menuturkan, untuk Mapel eksak, sains dan bahasa; Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) jumlah soal 40, sementara Mapel lainnya masing-masing 50 soal, bentuk/ jenis soal pilihan ganda biasa, PG komplek, Benar-Salah, dan Essay. “Perhatikan bobot kesulitan sesuaikan persentasinya, bobot soal sangat berpengaruh untuk rata-rata nilai sebagai salah satu penentu ketuntasan siswa,” tuturnya.

Begitu juga bagi guru yang melaksanakan penilaian praktek seperti Mapel Penjaskes dan Seni Budaya agar memperhatikan bobot pengambilan nilai keterampilan/ praktek yang dilakukan siswa.

Sementara beberapa guru Mapel Aisyah, S.Ag dan yang lainnya menyatakan pembuatan soal AM harus memperhatikan bobot soal karena akan mempengaruhi rata-rata nilai dan ketuntasan siswa pada Mapel tertentu. “Kami akan membuat soal mempertimbangkan tingkat kesulitan dan kemudahan, bobot nilai, jenis/ bentuk serta jumlah soal sesuai materi pembelajaran,” pungkas mereka. (Rep:Rizqa/Ft:Nida)

 

Editor:Aya