Hindari Kesalahan Penulisan, Kamad Ikuti Sosialisasi tentang Juknis Blanko Ijazah

Tanjung (MIN 9 Tabalong)- Kepala Madrasah (Kamad) MIN 9 Tabalong Hj. Rusdiana, S.Pd.I dan Guru Kelas VI Jumaidi, S.Pd.I ikuti sosialisasi SK Dirjen Pendis Nomor 1921 Tahun 2024 tentang Pentunjuk Teknis Penulisan Blanko Ijazah Madrasah Tahun pelajaran 2023/2024 secara virtual, mulai pukul 08.30-11.00 WITA. Bertempat di ruang kepala madrasah, Senin (06/05/24).

Hj. Rusdiana, S.Pd.I menyampaikan dalam pemaparan yang di sampaikan dalam Juknis Penulisan Blangko Ijazah  tersebut sangat penting untuk diikuti.

“ Ijazah sendiri merupakan dokumen negara yang sah yang diberikan kepada siswa yang telah tamat belajar pada suatu jenjang pendidikan. Oleh karena itu dalam penulisannya harus teliti dan hati-hati serta memperhatikan juknis yang ditetapkan.Kebenaran data dan informasi yang tercantum di dalam ijazah mutlak diperlukan. ” ujarnya.

Dalam penulisan ijazah Rusdiana mengatakan bahwa dilaksanakan oleh pihak sekolah sendiri tidak di serahkan ke pihak lain.

“ Selama ini yang mengurusi penulisan ijazah adalah bapak Jumaidi, S.Pd.I selaku guru kelas VI, sehingga seandainya terdapat kendala dalam proses penulisannya bisa langsung didikusikan dengan pihak sekolah “ ujarnya.

Sementara Jumaidi, S.Pd.I selaku penanggung jawab penulisan Ijazah Siswa MIN 9 Tabalong mengatakan bahwa untuk juknis penulisan Ijazah tahun 2024 ini sedikit  mengalami perubahan dengan tahun sebelumnya.

“  Menulis ijazah madrasah adalah suatu tugas yang membutuhkan kehati-hatian dan kejelasan dalam prosesnya. Pada tahun 2024, panduan penulisan ijazah madrasah telah mengalami beberapa perubahan dan penyesuaian untuk meningkatkan kualitas serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi terbaru,” ucapnya.

“Oleh karena itu sangat penting memahami juknis terlebih dahulu sebelum melakukan proses penulisan ijazah. Oleh karena itu untuk siswa kelas VI sudah dikumpulkan data yang benar-benar valid tentang identitas yang bersangkutan baik melalui Kartu keluarga atau Akte Kelahiran. Sehingga dapat terhindar dari kesalahan penulisan data di  ijazah siswa” tutupnya. (Rep/Ft:Nisa)