Fenomena Rashdul Kiblat, Kasi Bimas Islam : Sebagai Dakwah Pentingnya Arah Kiblat

Tanjung (Kemenag Tabalong) – Berkaitan dengan akan terjadinya fenomena Rashdul Kiblat, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Tabalong, H Akhmad Surkati menyatakan bahwa fenomena tersebut menjadi salah satu dakwah bahwa begitu pentingnya arah kiblat bagi kaum muslimin.

Kasi Bimas Islam menyampaikan umat Islam telah bersepakat bahwa menghadap kiblat dalam shalat merupakan syarat sahnya shalat sebagaimana dalil-dalil syari yang ada, untuk itu pengukuran arah kiblat diperlukan,

“Makanya kami mengajak segenap masyarakat, untuk melakukan pengukuran yang serentak dilakukan hari ini pada pukul 17.18 WITA. Kita pastikan kembali akurasi kiblat kita,” terangnya saat memberikan amanat pada apel pagi yang digelar di halaman Kankemenag, Senin (27/05/24).

“Momentum Rashdul Kiblat ini kita mampu mengukur arah kiblat dengan menggunakan fasilitas / alat seadanya. Jika biasanya menggunakan theodolit, istiwak, segi tiga kiblat dan kompas, namun dengan peristiwa ini, medianya cukup menggunakan benda yang tegak lurus diatas bidang datar dan rata,” ucapnya.

Rashdul Kiblat ditandai dengan posisi matahari tepat di atas Ka’bah sehingga bayang-bayang benda akan tegak lurus kearah Kiblat. “Sehingga arah bayangan akan searah dengan kiblat,” tambahnya

Menanggapi hal tersebut, Ka.Kankemenag Tabalong H Sahidul Bakhri menyatakan dengan adanya pengukuran arah kiblat pada masjid, mushalla bahkan di rumah masing-masing dirasa bermanfaat karena bisa menyempurnakan arah kiblat.

“Setelah hasil pengukuran arah kiblat ini menjadi patokan arah kiblat untuk kedepannya yang akan menambah kekhusyu’an kita dalam beribadah,” tuturnya. (Rep:Sry/Ft:Amelia)